Hari ini aku pulang, sahabatku. Persimpangan jalan ini masih lah sama meski gedung telah berganti dan pohon telah meninggi. Nuansanya tak pernah hilang. Dua tahun yang lalu kau bertanya padaku ketika kudatang dengan selembar artikel yang kupotong. Hari itu lama kita tak berjumpa dan masih mudah engkau kutemui di tempat biasa. “Untuk apa kau datang?” “Kenangan,” percakapan ini sangat tak asing bagi kita karena kita pernah membacanya di sebuah cerpen koran minggu, setahun sebelum itu. Setahun sebelum itu kau kujumpai di tempat yang sama. Sepulang aku berjualan koran di Pasar Kemiri, ku berikan sepotong cerpen. Seperti biasa. Seperti minggu yang sudah-sudah. Kubilang padamu bahwa karyaku akan tertera disana dan di koran-koran lain, suatu hari nanti. Kau tersenyum. Tanpa ragu. Hingga setahun setelahnya aku datang kembali dengan sedikit jumawa dan beribu kerinduan. Kau masih ditempat yang sama. Sahabatku. Kuperlihatkan padamu koran senin pagi yang tak lagi pernah kujaja...