Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

DESA SUNTEN JAYA, SEKOLAH RAKAPARE

Sebenarnya sudah berkali-kali aku hidup di desa yang tenang sunyi tanpa hiruk-pikuk. Tapi ada yang berbeda ketika aku ada di desa ini. Desa tempatku mengikuti Sekolah Rakapare 4. Hal yang membuatnya berbeda adalah karena aku di masa-masa jenuh dan bosan dengan rutinitas kota dan ketidak produktif-anku selama ini. Ditambah lagi aku berkumpul dengan orang-orang hebat dari berbagai daerah, suku, agama, perguruan tinggi, dan ideology yang luar biasa beragam. Disana aku tak hanya berlibur dan menghabiskan waktu selama seminggu tanpa sinyal operator seluler dan faslitas yang biasa aku rasakan di kota. Di desa ini aku bertemu dengan orang tua baru yang hidup dengan damai dan sederhana. Kakek dan Nenek Anem. Seminggu mereka menampung kami berlima belas dalam satu rumah, mengajak kami berladang sayuran dan mengerjakan rutinitas desa yang sangat kontras dengan rutinitas kota. Warga di desa ini menggantungkan hidup dari berladang dan ada juga yang berternak sapi perah. Sayangnya mereka buk...

KAMU MAHASISWA, LALU APA ?

Menjadi mahasiswa terutama di perguruan tinggi ternama merupakan mimpi berjuta siswa-siswi. Orang pintar bilang, ilmu adalah jalanmu menuju seluruh dunia. Hal ini terbukti dari berapa banyak foto-foto yang tersebar di dunia maya dengan latar belakang tempat-tempat populer di berbagai belahan bumi. Memiliki almamater kampus impian juga merupakan impian tersendiri. Lalu, apa artinya mahasiswa itu ? Mahasiswa adalah suatu identitas yang merupakan bagian dari manusia-identitas yang paling general. Jika dipersempit lagi, mahasiswa adalah bagian dari rakyat. Namun, menjadi ironi tersediri ketika seseorang yang telah bergabung menjadi mahasiswa justru memisahkan diri dari identitas yang lebih besar tersebut.  Menjadi mahasiswa itu hanya sementara. Setelah lulus apakah kita akan tetap menyematkan identitas mahasiswa pada diri kita ? seorang senior yang banyak memengaruhi hidup saya pernah berkata. Pendidikan bukan sekedar mencetak karir. Dia ingin menekankan kepada saya b...

KEMERDEKAAN MEMILIH

Untuk adik-adik yang akan menghadapi ujian masuk ptn Kemerdekaan yang paling realistis adalah ketika kita bebas untuk menentukan pilihan, menentukan sikap dan mengemukakan pendapat.  Lingkungan telah membutakan kita sehingga kita dengan mudahnya mengatakan bahwa setiap manusia punya pilihan. Benarkah demikian ? Hidup memang pilihan dan pilihan utama dalam hidup adalah berbuat baik atau tidak. Kemudian untuk mencapai pilihan tersebut kita juga diberikan banyak pilihan jalan. Tapi tidak semua orang memiliki pilihan yang beragam. Banyak saudara kita di luar sana, atau mungkin saudara di lingkungan rumahmu, sekolahmu, dan warung tongkronganmu yang tidak memiliki pilihan lain dalam hidupnya kecuali berperang, bertani, cacat, dan  sebagainya. Dalam konteks memilih perguruan tinggi, pertanyaan selanjutnya yang harus kita jawab sendiri adalah “anda merdeka, lalu apa?” . Apakah kita yang bisa memilih akan kuliah dimanapun yang kita mau, baik didalam maupun di luar ...