Untuk adik-adik yang akan menghadapi ujian masuk ptn
Kemerdekaan yang paling realistis adalah ketika kita bebas untuk
menentukan pilihan, menentukan sikap dan mengemukakan pendapat. Lingkungan
telah membutakan kita sehingga kita dengan mudahnya mengatakan bahwa setiap
manusia punya pilihan. Benarkah demikian ?
Hidup memang pilihan dan pilihan utama dalam hidup adalah berbuat
baik atau tidak. Kemudian untuk mencapai pilihan tersebut kita juga diberikan
banyak pilihan jalan. Tapi tidak semua orang memiliki pilihan yang beragam.
Banyak saudara kita di luar sana, atau mungkin saudara di lingkungan rumahmu,
sekolahmu, dan warung tongkronganmu yang tidak memiliki pilihan lain dalam
hidupnya kecuali berperang, bertani, cacat, dan sebagainya.
Dalam konteks memilih perguruan tinggi, pertanyaan selanjutnya
yang harus kita jawab sendiri adalah “anda merdeka, lalu apa?” . Apakah kita
yang bisa memilih akan kuliah dimanapun yang kita mau, baik didalam maupun di
luar negeri,baik negeri maupun suasta. Apakah kita yang bisa memilih
untuk masuk lewat jalur OSN, Undangan, maupun Ujian tertulis merasa bangga
dengan fasilitas-fasilitas tersebut?
Dapat kita analogikan
dengan sebuah kekuasaan. Saya yakin perbincangan mengenai korupsi dan
penyalahgunaan wewenang merupakan perbincangan hangat yang terus kita
diskusikan. Kekuasaan untuk memilih pun akan memberikan tanggung jawab moral
tersendiri bagi kita. Maka, tanggung jawab seperti apa yang akan kita pikul
ketika kita menjadi seorang mahasiswa? Jika kita peka dan mampu meraskan apa
yang dirasakan oleh orang-orang dengan keterbatasan memilih,
tentulah kita patut bersyukur akan hal itu dan menggunakan
sebaik-baiknya kemerdekaan yang melekat pada
diri kita tersebut.
Komentar
Posting Komentar