Menjadi
mahasiswa terutama di perguruan tinggi ternama merupakan mimpi berjuta
siswa-siswi. Orang pintar bilang, ilmu adalah jalanmu menuju seluruh dunia. Hal
ini terbukti dari berapa banyak foto-foto yang tersebar di dunia maya dengan
latar belakang tempat-tempat populer di berbagai belahan bumi. Memiliki almamater
kampus impian juga merupakan impian tersendiri. Lalu, apa artinya mahasiswa
itu ? Mahasiswa adalah suatu identitas yang merupakan bagian dari
manusia-identitas yang paling general. Jika dipersempit lagi, mahasiswa adalah
bagian dari rakyat. Namun, menjadi ironi tersediri ketika seseorang yang telah
bergabung menjadi mahasiswa justru memisahkan diri dari identitas yang lebih
besar tersebut.
Menjadi mahasiswa itu hanya sementara. Setelah lulus apakah
kita akan tetap menyematkan identitas mahasiswa pada diri kita ? seorang
senior yang banyak memengaruhi hidup saya pernah berkata. Pendidikan bukan
sekedar mencetak karir. Dia ingin menekankan kepada saya bahwa jika hanya
ingin mencetak karir cukuplah kita ikut kursus pelatihan. Ada tanggung jawab
tersediri ketika kita menjadi mahasiswa karena kita dianggap oleh masyarakat
secara umum memiliki intelektual setingkat lebih baik. Mahasiswa adalah agen
perubahan. Sejarah telah membuktikannya. Siapakah ir. Soekarno dan M. Hatta
sebelum menjadi bapak proklamator ? Siapakah Nelson Mandela sebelum menjadi
tokoh anti-apartheid ? Siapakah Anas Urbaningrum, Gayus Tambunan, Angelina
Sondakh jauh sebelum ditetapkan sebagai koruptor ? Mereka semua adalah
Mahasiswa. Tapi pertanyaan yang kini sedang trend dikalangan calon dan
mahasiswa-juga termasuk orang tua adalah “setelah lulus mau kerja dimana ?”
Suatu pertanyaan yang membuktikan bahwa alam pikir kebanyakan manusia di zaman
kini adalah mahasiswa penerus zaman.
Kini kita memang hidup di zaman
industrialisasi perguruan tinggi yang berarti mahasiswa memang diciptakan
untuk memenuhi permintaan buruh dan budak korporat. Memangnya apakah salah
jika setelah lulus sebagai mahasiswa kemudian bekerja di perusahaan. Semua itu
kembali pada diri kita masing-masing. Selama anda bisa banyak berkontribusi
dan membawa perubahan yang bermanfaat bagi banyak manusia, anda telah
melaksanakan amanah sebagai manusia dengan sebaik-baiknya. Hal terpenting
diatas itu semua adalah pola pikir kita semua. Perguran Tinggi bukan untuk
mencetak karir anda di masa depan, tapi menentukan di jalan mana anda akan
menjalankan amanah sebagai mahasiswa dan sebagai manusia.
Paragraf kedua, baris kedua terakhir typo! koreksi piker ke pikir.
BalasHapusNice thought Do! Keep it up! :))