Langsung ke konten utama

KEBENARAN TE NAON !?

KEBENARAN ADALAH…

            Materi yang diberikan oleh Sekolah Rakapare menurutku luar biasa. Materi pertama yang di berikan membuatku begitu tercengang. Belum apa-apa kami sudah harus membahas kebenaran. Terus terang aku tak begitu berani berargumentasi mengenai kebenaran karena hal ini mengundang perdebatan kusir yang menurutku tidak akan ada habisnya dan tidak memberikan manfaat apapun. Benar saja perkiraanku. Perdebatan itu dimulai dan benar-benar menjadi perdebatan yang tidak ada ujungnya. Hingga perdebatan itu di hentikan oleh Kang Bhatara. Setelah itu kami diberi pengertian bahwa kebenaran itu bersifat nisbi-untuk hal ini aku menyetujui meski tidak 100 persen. Apalagi jika menyangkut agama yang diyakini oleh masing-masing orang. Siapapun para pemeluk agama akan meyakini bahwa agamanyalah yang benar dan agama lain itu tidak benar-kebanyakan diantaranya. Kebenaran yang sebenar-benarnya adalah ketika kita tak pernah henti mencari tahu apa itu kebenaran, tidak membatasi diri dengan selalu membuka hati dan pikiran, tidak mencari-ceri kesalahan orang/kelompok/odeologi lain, dan juga memberikan manfaat yang seluas-luasnya.

            Seorang aktivis itu ideologinya adalah bukan hanya alat untuk mencapai tujuan, melainkan suatu motivasi untuk mencapai kesadaran penuh, tidak membatasi diri dengan selalu membuka hati dan pikiran, dan yang terpenting ideologi tersebut dapat dibuktikan dengan amalan/perbuatan yang bermanfaat bagi alam semesta. Silahkan anda definisikan apa itu kebenaran menurut anda. Karena hal yang kemudian mendasari seseorang meyakini sesuatu adalah apa yang selama ini menyentuhnya. Apa yang kita lihat, dengar, rasakan, kemudian diolah oleh akal budi kita sehingga membentuk sesuatu yang disebut pemikiran. Kebenaran itu sejatinya memberikan manfaat tidak hanya kepada manusia, melainkan juga kepada alam semesta. Manusia terkadang egois. Mungkin istilah sumber daya manusia merupakan produk keegoisan manusia yang katanya “pembangunan itu berfokus kepada manuia”. Sedari kecil kita mempelajari beberapa hal yang ada di alam. Mana yang bermanfaat, mana yang tidak, dan mana yang merugikan kehidupan manusia. Sehingga hal-hal yang dianggap tidak bermanfaat dan merugikan bagi manusia disingkirkan. Ujung-ujungnya manusia sendiri yang kaget ketika ekosistem terganggu karena satu persatu spesies hewan dan tumbuhan punah. Mungkin-mungkin tapi yah- sebenarnya tidak ada istilah SDM karena sesungguhnya manusia itu salah satu bagian dari alam sehingga manusia sendiri disebut Sumber Daya Alam.

EQUILIBRIUM OF IDEOLOGY

            Kembali lagi membahas menganai Kebenaran yang bersifat nisbi. Setelah mendapat banyak materi, salah satunya materi mengenai sejarah perkembangan ideologi. Dari materi yang aku dapat, kemudian aku memahami bahwa ideologi yang muncul dan berkembang itu mengikuti realita yang ada. Karena pada dasarnya ideologi memiliki cita-cita untuk menyelesaikan masalah yang ada. Setiap ideologi yang ada tujuan sejatinya sama yaitu untuk mencari keseimbangan. Ideologi inilah yang kemudian kita yakini sebagai kebenaran. Hal itu yang kemudian disebut sebagai Equilibrium of Ideology seperti contoh pada gambar 



            Jadi, sekarang aku gak perlu takut untuk mendiskusikan kebenaran. Yang penting segala hal itu seimbang dan bisa memberikan manfaat seluas-luasnya. Setelah lulus dari Sekolah Rakapare 4, aku ingin meneruskan Club Diskusi Sekolah  Master. Karena pendidikan itu penting dan melalui forum diskusi kita belajar dari beragam sudut pandang mengenai cara-cara untuk menyelesaikan masalah, salah satunya pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selewat Kisah Sebutir Nasi Yang Menangis

Tempo lalu aku makan di salah satu restoran mahal yang berada di mall mewah di Jakarta. Pamer dikit ya, resto itu mengusung konsep ‘all you can eat’. Restoran yang sedari awal aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak akan pernah makan disana kecualli dibayarin, dan tentunya yang kemarin itu dibayarin oleh salah satu klien kantor. Mau tau kenapa aku berjanji demikian? Sedari awal aku memang udah punya persepsi kurang baik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan ‘all you can eat’ dan gak hanya berlaku untuk restoran. Termasuk makanan yang ada di acara-acara penting yang banyak makanannya tentunya. Dan benar saja persepsiku. Pas aku antri makanan, aku kaya lihat segerombolan manusia yang ‘kok agak kurang punya kebudayaan dan belum pernah mengenal peradaban’. BARBAR KALI! Semua mau diambil dan semua mau dimakan. Alasannya sederhana lah. Karena sudah bayar sekian ratus ribu dengan waktu yang dibatasi selama 90 menit, yang makan disana harus memaksimumkan kepuasan den...

Masalah Lebih Cepat Datang Kepada Mereka Yang Tidak Diam

Suatu hari aku duduk menghadap secangkir kopi dan sebungkus rokok kretek bersama temanku. Kita tenggelam di suatu pergibahan mengenai kesialan seorang teman. Dia yang kami perbincangkan ini menghadapi perkara yang tidak terduga bisa disandungnya. “Hidup gini amat yak” kata lawan bincangku. Kalimat itu adalah gambaran umum tentang hidup yang harus tersandung masalah. Namanya kesandung ya kesel campur kaget. Siapa sajakah mereka yang kesandung? Tentu syarat pertama untuk bisa kesandung adalah berjalan, berlari,  atau bergerak kedepan.  Perkara kedua adalah ketiadaan waspada. Entah karena memang kurang waspada atau gerak jalannya terlalu cepat. Seperti kata temanku, “Dia udah nekat banget sih.” Cuplikan ini menghantarkan aku kembali ke beberapa memori. Dulu ketika aku sedang megamen di sekitar bundaran Hotel Indonesia, temanku nekat mengambil uang dari  dashboard  metromini yang ditinggal supirnya beradu debat dengan mobil yang menabrak dari belakan...

Bujang

Kisah ini terjadi bersamaan dengan eksistensimu di dunia ini. Tepatnya pada tahun-tahun dimana pengguna aplikasi chat whatsapp belum didominasi oleh bapak-bapak cabul yang doyan share foto syur biduan-biduan klub dangdut orkes melayu. Kesatu Diceritakan seorang pemuda, ganteng-ganteng sedang (GGS) berhidung mancung, beralis tebal, berkumis tipis, dan memiliki beberapa jerawat karena jarang cuci muka sampai di sautu daerah yang baru dikenalnya. Daerah ini terletak di bagian barat pulau Sumatera bernama Lubuk Basung. Kedatangannya bermaksud untuk memenuhi undangan dari paman jauh yang konon katanya sudah sukses di tanau rantau dengan perniagaannya. Paman-kemenakan itu bertemu di terminal kabupaten. Setelah saling rangkul dan menanggalkan kerinduan, sang paman langsung mengajak ke lokasi utama tempat operasional perniagaannya berlangsung yang berjarak 30 menit perjalanan motor ke arah pegunungan. Takjub betul si bujang tanggung ketika sampai di TKP. Warung besar berbentuk ru...