Dhani dan Ratih, adalah sepasang
sejoli dari sebuah peradaban modern. Cinta mereka terbentang dalam suatu jarak
yang tak dekat, namun cinta mereka begitu besar, tiada halangan untuk bertemu
meski tak sering. Cinta mereka sudah tertulis sedari mereka duduk di tahun
terakhir sekolah mengah akhir. Cinta mereka tumbuh
ketika mereka satu kelas di sebuah lembaga bimbingan tes pergguruan tinggi.
Kedua sama-sama penerima beasiswa dari lembaga bimbingan tersebut.
Dhani ialah mahasiswa tahun kedua
yang tampan dan ternama di Depok. Ia berkuliah dengan beasiswa penuh karena prestasi-prestasi
yang ia torehkan. Meskipun bukan berasal dari keluarga berada, petani di Jawa
Timur, ia mampu menyetarakan diri dengan pergaulan teman-temannya yang lumayan
borjuis. Ia adalah seorang pekerja keras sebagai tenaga paruh waktu di sebuah
lembaga riset ternama. Selain itu, ia juga merupakan seorang pemimpin organisasi
yang disenangi oleh jajarannya.
Keadaan sebaliknya ada pada Ratih,
mahasiswi tahun pertama di sebuah kampus di Kota Bandung. Meskipun parasnya
indah, tapi dia adalah gadis pemalu dan kurang memiliki kepercayaan diri.
Kehidupannya hanya Ia habiskan di kelas-kelas kuliah. Sisanya, ia suka berdiam
diri di kamar sewa bulanannya.
Meskipun Dhani memiliki banyak
penggemar di kampusnya, Ia adalah laki-laki yang senantiasa setia dan menyayangi
Ratih. Hal ini sering kali mengganggu ketenangan Ratih. Ratih sering kali
merasa tidak memiliki kepantasan untuk bersanding dengan Dhani bila dibandingkan
dengan teman-teman perempuan Dhani yang adalah anak orang kaya, berkendara
mobil, dan berperawatan kelas tinggi. Meski merasa demikian, Ratna tak pernah
mengungkapkan hal tersebut karena Dhani selalu mampu meyakinkan hati Ratna.
Sesungguhnya Dhani merasa resah
dengan kondisi Ratna. Ia senantiasa mendorong Ratna untuk lebih percaya diri.
Dhani juga selalu menyarankan agar Ratna mulai belajar berorganisasi agar
memiliki rasa percaya diri meskipun Ratna sangat kesulitan untuk berdamai
dengan dirinya sendiri. Dhani menceritakan tantangan-tantangan yang ia hadapi,
dinamika selama berorganisasi dan bekerja paruh waktu, juga pelajaran-pelajaran
yang menurutnya sangat pantas untuk didapatkan.
Berkat kesabaran Dhani, lambat laun
Ratna mulai menemukan kepercayaan dirinya. Ratna memulai berorganisasi menjadi
relawan pengajar di suatu sekolah dasar. Pada tahun kedua, Ratna mulai
berorganisasi dengan menjadi mentor untuk mahasiswa-mahasiswi baru di
kampusnya. Dhani merasa bangga melihat perkembangan tersebut.
Semakin lama, Ratna semakin menjadi cemerlang. Tidak hanya dalam hal akademis, Ia juga mulai
mendapatkan banyak pengalaman dari banyak pelatihan. Temannya juga semakin
banyak, dan dari pertemanan itu pula, Ratna mulai membuka bisnis kue Tart yang
kemudian berkembang dan disukai oleh pelanggannya yang juga adalah teman-teman
kampusnya. Yang lebih hebat lagi, Ratna diberikan kepercayaan untuk memimpin
suatu organisasi. Ratna banyak belajar dari Dhani dan menjadi teman berdiskusi mengenai
dinamika dan cara-cara untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ada.
Suatu ketika Dhani menyarankan agar
Ratna mengikuti sebuah program pengabdian masyarakat di Maluku yang diadakan
selama dua minggu. Tidak hanya itu, ia juga membantu Ratih memenuhi beberapa
persyaratan. Dhani juga melatih kemampuan Ratih untuk menghadapi tes wawancara.
Namun di rentan waktu yang sama, di
paruh tahun keduanya, Dhani mulai mengalami beberapa kesulitan. Kesulitan
pertama datang dari Ayah Dhani yang mengalami gagal panen. Kerugian yang
diderita tidak lah kecil dan menimbulkan beban hutang yang juga tidak kecil.
Mau tidak mau Dhani harus turut meringankan beban kedua orang tuanya dengan
membiayai biaya sekolah Adiknya. Kesulitan kedua adalah pembatalan kontrak
kerjasama Organisasi pimpinannya dengan perusahaan yang selama ini menopang
keuangan organisasi tersebut. Dan yang paling parah, adalah batalnya
keberangkatan Dhani ke Amerika Serikat untuk menjadi panelis karena tidak
didanai oleh kampusnya.
Kesulitan yang dihadapi Dhani mulai
mengganggu konsentrasinya di kampus. Dalam masa-masa seperti itu, Dhani menjadi
pemurung dan kehilangan kepercayaan diri. Ia jarang nampak di kampus dan jarang
pula berinteraksi dengan teman-teman di kampusnya. Hanyalah Ratna teman yang
tersisa bagi Dhani.
Masa keberangkatan Ratna ke Maluku
tiba. Dalam masa-masa seperti itu, Dhani semakin jarang pula berinteraksi
dengan Ratna. Dhani harus berjuang seorang diri menghadapi dirinya sendiri dan
juga masalah disekitarnya. Tapi Dhani adalah pribadi yang teguh dan
satu-per-satu masalah ia hadapi.
Di Tempat pengabdiannya, Ratna
berkenalan dengan banyak teman baru. Mereka cepat menjadi akrab karena
intensitas interaksi dan bekerjasama. Salah satu diantara mereka, ada seorang
lelaki dari salah satu kampus di Surakarta yang tertarik kepada Ratna. Ia terus
memerhatikan Ratna, menemaninya kemana-mana dan benyak membantu pekerjaan
Ratna. Hatinya mulai terserong meski hatinya tetap kepada Dhani.
Pertemanan baik, bercampur asmara,
itu berlanjut pasca program pengadian tersebut. Ratna makin tak punya waktu
untuk Dhani. Dhani mulai resah.
Hingga akhirnya Ratna memutuskan
untuk meninggalkan Dhani, orang yang telah banyak andil dalam perkembangan
Ratna.
Kisah ini biasa saja, karena terlalu
sering terjadi di Bumi Manusia ini. Juga disekitar kita..
TAMAT
Komentar
Posting Komentar