Adalah Menyen yang senantiasa menghiasi hari-hari di sekitaran lampu merah perempatan jalan Sumur. adalah jalanan menjadi dunianya karena dia terlahir di salah satu sudut jalan itu, di pembuangan sampah sementara ari-ari masih mengikat padanya dan darah masih menyelimuti sekujur tubuhnya. Kata warga masih syukur bisa bertahan hidup. Tapi mungkin hatinya tak setuju karena dunianya hanyalah dia yang tau. Hatiku tak nyaman tiap kali ada yang mengamen atau mengemis di kawasanku. Rasanya perhatian pemilik motor terbagi kepada mereka. Ingin sekali aku mengumpat kepada mereka namun tentu mereka tak akan mendengar dan tak akan paham. Hanyalah Pak Uman yang membuatku merasa teduh. Hatinya lembut dan menaruh perhatian kepadaku. Setiap malam menjelang tidur beliau menghampiri selokan belakang pos satlantas. Mengantarkan sebungkus nasi sebelum ku tidur. Aku sayang Pak Uman. Sangking sayangnya sampai ia kadang kesal kepadaku karena aku bertindak seperti anak kecil yang tak menurut. ...