Langsung ke konten utama

Postingan

DESA SUNTEN JAYA, SEKOLAH RAKAPARE

Sebenarnya sudah berkali-kali aku hidup di desa yang tenang sunyi tanpa hiruk-pikuk. Tapi ada yang berbeda ketika aku ada di desa ini. Desa tempatku mengikuti Sekolah Rakapare 4. Hal yang membuatnya berbeda adalah karena aku di masa-masa jenuh dan bosan dengan rutinitas kota dan ketidak produktif-anku selama ini. Ditambah lagi aku berkumpul dengan orang-orang hebat dari berbagai daerah, suku, agama, perguruan tinggi, dan ideology yang luar biasa beragam. Disana aku tak hanya berlibur dan menghabiskan waktu selama seminggu tanpa sinyal operator seluler dan faslitas yang biasa aku rasakan di kota. Di desa ini aku bertemu dengan orang tua baru yang hidup dengan damai dan sederhana. Kakek dan Nenek Anem. Seminggu mereka menampung kami berlima belas dalam satu rumah, mengajak kami berladang sayuran dan mengerjakan rutinitas desa yang sangat kontras dengan rutinitas kota. Warga di desa ini menggantungkan hidup dari berladang dan ada juga yang berternak sapi perah. Sayangnya mereka buk...

KAMU MAHASISWA, LALU APA ?

Menjadi mahasiswa terutama di perguruan tinggi ternama merupakan mimpi berjuta siswa-siswi. Orang pintar bilang, ilmu adalah jalanmu menuju seluruh dunia. Hal ini terbukti dari berapa banyak foto-foto yang tersebar di dunia maya dengan latar belakang tempat-tempat populer di berbagai belahan bumi. Memiliki almamater kampus impian juga merupakan impian tersendiri. Lalu, apa artinya mahasiswa itu ? Mahasiswa adalah suatu identitas yang merupakan bagian dari manusia-identitas yang paling general. Jika dipersempit lagi, mahasiswa adalah bagian dari rakyat. Namun, menjadi ironi tersediri ketika seseorang yang telah bergabung menjadi mahasiswa justru memisahkan diri dari identitas yang lebih besar tersebut.  Menjadi mahasiswa itu hanya sementara. Setelah lulus apakah kita akan tetap menyematkan identitas mahasiswa pada diri kita ? seorang senior yang banyak memengaruhi hidup saya pernah berkata. Pendidikan bukan sekedar mencetak karir. Dia ingin menekankan kepada saya b...

KEMERDEKAAN MEMILIH

Untuk adik-adik yang akan menghadapi ujian masuk ptn Kemerdekaan yang paling realistis adalah ketika kita bebas untuk menentukan pilihan, menentukan sikap dan mengemukakan pendapat.  Lingkungan telah membutakan kita sehingga kita dengan mudahnya mengatakan bahwa setiap manusia punya pilihan. Benarkah demikian ? Hidup memang pilihan dan pilihan utama dalam hidup adalah berbuat baik atau tidak. Kemudian untuk mencapai pilihan tersebut kita juga diberikan banyak pilihan jalan. Tapi tidak semua orang memiliki pilihan yang beragam. Banyak saudara kita di luar sana, atau mungkin saudara di lingkungan rumahmu, sekolahmu, dan warung tongkronganmu yang tidak memiliki pilihan lain dalam hidupnya kecuali berperang, bertani, cacat, dan  sebagainya. Dalam konteks memilih perguruan tinggi, pertanyaan selanjutnya yang harus kita jawab sendiri adalah “anda merdeka, lalu apa?” . Apakah kita yang bisa memilih akan kuliah dimanapun yang kita mau, baik didalam maupun di luar ...

HIDUP KALO DIPIKIRIN SUSAH

Pernahkah kalian mengucapkan hal tersebut? Pernahkah kalian berpikiran demikian ? Berpikir itu menguras banyak energi. Perkataan seperti ini sering dilontarkan oleh kaum pinggiran. Orang pinggiran yang dimaksud disini adalah mereka yang memiliki kesulitan finansial, kesulitan untuk mengakses layanan sosial, kesulitan untuk menempuh pendidikan dan lain sebagainya. Wajar saja mereka berpikir sedemikian dangkalnya. Sekedar memenuhi kebutuhan dasar hidup saja susah. Apalagi memikirkan hal-hal lain yang lebih kompleks. Masalah yang mereka hadapi sesungguhnya sudah kompleks. Namun, mereka tak sanggup menyelesaikan. Sehingga hal-hal tersebut tidak lagi mereka pikirkan. Tentunya berbeda dengan orang-orang yang mampu mengakses pendidikan, apalagi sampai ke perguruan tinggi. Di perguran tinggi kita diberikan beragam teori, diberikan atmosfer untuk berpikir. Apalagi bagi mereka yang kebutuhan dasar tak lagi menjadi persoalan penting.  Kita disuguhi banyak pendapat. Banyak teori. Mengen...

Dari Jalanan menuju Mahasiswa, Master

Hari pertama ketika saya mengikuti kelas intensif kami ditanya mengenai jurusan apa yang akan kami ambil, saya masih membawa idealism saya ketika saya masih SMP untuk mengambil jurusan arsitektur interior, karena ketika saya smp saya sangat menyukai peajaran Fisika dan muatan lokal Tehnik bangunan di SMPN 22 Bandarlampung. Namun saya sadar di sekolah tempat saya berada saya tidak pernah sekalipun mempelajari pelajaran saintek lagi. Di masa-masa itulah saya merasa bimbang dengan jurusan apa yang akan saya ambil kemudian. Waktu berlalu banyak interaksi terjadi hingga hati saya condong untuk mempelajari ekonomi secara makro. Akhirnya, kebimbangan saya menyempit diantara dua pilihan, apakah Ilmu Ekonomi atau Ilmu Ekonomi Islam. Para pengajar yang tergabung di program Master FE UI berangkat dari para mahasiswa yang peduli betapa pentingnya pendidikan dan merasa prihatin dengan kondisi kami yang tak banyak memiliki pengetahuan tentang kehidupan perkuliahan meski kami hidup di tengah pus...

Tak Perlu Waktu Lama, Kawan !

Dulu, sebagai bagian dari suatu Negara kita memiliki musuh bersama. Musuh itu adalah musuh negara kita. Mereka adalah yang kita sebut dengan penjajah. Bangsa ini belumlah bersatu ketika itu. Bangsa ini terdifrensiasi dan terstratifikasi. Ada yang bodoh dan ada yang terpelajar. Ada kaum bangsawan dan ada pula kaum jelata. Ada kaum yang peduli dan ada pula kaum yang hanya cuek saja. Ada kaum yang berjuang, namun ada kaum yang justru menjilat kepada para penjajah. Butuh 350 tahun untuk menyadari penjajah adalah musuh bersama. Sehingga berbagai perbedaan mudah tuk disatukan. Bangsawan tak ragu untuk turun tangan bahu-mambahu bersama rakyat. Rakyat biasa diberikan kesempatan bersuara di meja perundingan. Tak ada pembeda latar belakang kesukuan, kebangsawanan, bahkan ideologi. Analogi yang bukan pantas sejujurnya. Namun cobalah kita umpamakan menjadi warga negara seperti menjadi mehasiswa. Ketika kita mendapatkan dosen killer ada beberapa mahasiswa yang menerapkan strategi menjila...