Langsung ke konten utama

Postingan

ALASAN YANG DIBUAT-BUAT (?)

             Hidup Generasi Wacana !!! Tapi untuk urusan produktif di libur panjang semester ganjil, aku tak mau ini menjadi wacana lagi. Cus langsung daftar aja. Tapi bukan berarti tidak ada pertimbangan apa-apa. Karena hidup itu adalah pilihan (bener gak sih?), maka memilih kegiatan untuk mengisi liburan yang terlalu panjang pun beragam. Pertimbangan paling penting sehingga aku tertarik sekolah rakapare adalah ; 1.       Ini bukan sekolah atau sejenis kaderisasi neko-neko yang kasusnya ada di tipi-tipi. Terjamin aman karena banyak kakak kelas dan kenalan di Depok yang sudah pernah ikut Sekolah Rakapare. 2.       Menurut Iklan yang disebar katanya ini sekolah aktivis. 3.       Untuk sekolah alam, biaya yang dikeluarkan sebenarnya sangat murah. Sebagai mahasiswa Ekonomi saya jadi penasaran bagaimana carannya sekolah yang segini keren bisa menekan biaya semaksimal mungkin ...

GINI LOH RASANYA SEKOLAH DI ALAM TERBUKA

Pelajaran pertama yang aku dapatkan di sekolah rakapare-bahkan ketika sekolah ini belum dimulai-adalah bagaimana mengatasi kebiasaan/memiliki negative first impression kepada orang yang baru dikenal. Selama ini aku selalu punya hal tersebut dan selalu salah. Seperti kembali ospek ketika masih mahasiswa baru, aku mengulang sebagian tugas Ospek seperti berkenalan, membuat buku angkatan-maaf belum di perbaiki hehe-, dan bekerjasama dengan teman-teman baru. Tidak lupa menganai pentingnya berpikir positif. Apalagi ketika mengetahui bahwa aku tinggal di salah satu rumah warga bersama 14 orang teman baruku kecuali Farush. Awalnya mau sok ide bikin pembagian tugas. Lama-kelamaan tugas itu dikerjakan saja seikhlasnya apapun itu. Lingkungan desa yang sangat asri membuat suasana berbeda. Hal ini memudahkan aku untuk meninggalkan kebiasaan buruk di kota yang malas-malasan menjadi lebih mudah. Setiap hari bangun pagi-pagi untuk membantu orang tua asuh disana. Memasak, mencuci piring, membereskan...

KEBENARAN TE NAON !?

KEBENARAN ADALAH…             Materi yang diberikan oleh Sekolah Rakapare menurutku luar biasa. Materi pertama yang di berikan membuatku begitu tercengang. Belum apa-apa kami sudah harus membahas kebenaran. Terus terang aku tak begitu berani berargumentasi mengenai kebenaran karena hal ini mengundang perdebatan kusir yang menurutku tidak akan ada habisnya dan tidak memberikan manfaat apapun. Benar saja perkiraanku. Perdebatan itu dimulai dan benar-benar menjadi perdebatan yang tidak ada ujungnya. Hingga perdebatan itu di hentikan oleh Kang Bhatara. Setelah itu kami diberi pengertian bahwa kebenaran itu bersifat nisbi-untuk hal ini aku menyetujui meski tidak 100 persen. Apalagi jika menyangkut agama yang diyakini oleh masing-masing orang. Siapapun para pemeluk agama akan meyakini bahwa agamanyalah yang benar dan agama lain itu tidak benar-kebanyakan diantaranya. Kebenaran yang sebenar-benarnya adalah ketika kita tak pernah henti...

DESA SUNTEN JAYA, SEKOLAH RAKAPARE

Sebenarnya sudah berkali-kali aku hidup di desa yang tenang sunyi tanpa hiruk-pikuk. Tapi ada yang berbeda ketika aku ada di desa ini. Desa tempatku mengikuti Sekolah Rakapare 4. Hal yang membuatnya berbeda adalah karena aku di masa-masa jenuh dan bosan dengan rutinitas kota dan ketidak produktif-anku selama ini. Ditambah lagi aku berkumpul dengan orang-orang hebat dari berbagai daerah, suku, agama, perguruan tinggi, dan ideology yang luar biasa beragam. Disana aku tak hanya berlibur dan menghabiskan waktu selama seminggu tanpa sinyal operator seluler dan faslitas yang biasa aku rasakan di kota. Di desa ini aku bertemu dengan orang tua baru yang hidup dengan damai dan sederhana. Kakek dan Nenek Anem. Seminggu mereka menampung kami berlima belas dalam satu rumah, mengajak kami berladang sayuran dan mengerjakan rutinitas desa yang sangat kontras dengan rutinitas kota. Warga di desa ini menggantungkan hidup dari berladang dan ada juga yang berternak sapi perah. Sayangnya mereka buk...

KAMU MAHASISWA, LALU APA ?

Menjadi mahasiswa terutama di perguruan tinggi ternama merupakan mimpi berjuta siswa-siswi. Orang pintar bilang, ilmu adalah jalanmu menuju seluruh dunia. Hal ini terbukti dari berapa banyak foto-foto yang tersebar di dunia maya dengan latar belakang tempat-tempat populer di berbagai belahan bumi. Memiliki almamater kampus impian juga merupakan impian tersendiri. Lalu, apa artinya mahasiswa itu ? Mahasiswa adalah suatu identitas yang merupakan bagian dari manusia-identitas yang paling general. Jika dipersempit lagi, mahasiswa adalah bagian dari rakyat. Namun, menjadi ironi tersediri ketika seseorang yang telah bergabung menjadi mahasiswa justru memisahkan diri dari identitas yang lebih besar tersebut.  Menjadi mahasiswa itu hanya sementara. Setelah lulus apakah kita akan tetap menyematkan identitas mahasiswa pada diri kita ? seorang senior yang banyak memengaruhi hidup saya pernah berkata. Pendidikan bukan sekedar mencetak karir. Dia ingin menekankan kepada saya b...

KEMERDEKAAN MEMILIH

Untuk adik-adik yang akan menghadapi ujian masuk ptn Kemerdekaan yang paling realistis adalah ketika kita bebas untuk menentukan pilihan, menentukan sikap dan mengemukakan pendapat.  Lingkungan telah membutakan kita sehingga kita dengan mudahnya mengatakan bahwa setiap manusia punya pilihan. Benarkah demikian ? Hidup memang pilihan dan pilihan utama dalam hidup adalah berbuat baik atau tidak. Kemudian untuk mencapai pilihan tersebut kita juga diberikan banyak pilihan jalan. Tapi tidak semua orang memiliki pilihan yang beragam. Banyak saudara kita di luar sana, atau mungkin saudara di lingkungan rumahmu, sekolahmu, dan warung tongkronganmu yang tidak memiliki pilihan lain dalam hidupnya kecuali berperang, bertani, cacat, dan  sebagainya. Dalam konteks memilih perguruan tinggi, pertanyaan selanjutnya yang harus kita jawab sendiri adalah “anda merdeka, lalu apa?” . Apakah kita yang bisa memilih akan kuliah dimanapun yang kita mau, baik didalam maupun di luar ...

HIDUP KALO DIPIKIRIN SUSAH

Pernahkah kalian mengucapkan hal tersebut? Pernahkah kalian berpikiran demikian ? Berpikir itu menguras banyak energi. Perkataan seperti ini sering dilontarkan oleh kaum pinggiran. Orang pinggiran yang dimaksud disini adalah mereka yang memiliki kesulitan finansial, kesulitan untuk mengakses layanan sosial, kesulitan untuk menempuh pendidikan dan lain sebagainya. Wajar saja mereka berpikir sedemikian dangkalnya. Sekedar memenuhi kebutuhan dasar hidup saja susah. Apalagi memikirkan hal-hal lain yang lebih kompleks. Masalah yang mereka hadapi sesungguhnya sudah kompleks. Namun, mereka tak sanggup menyelesaikan. Sehingga hal-hal tersebut tidak lagi mereka pikirkan. Tentunya berbeda dengan orang-orang yang mampu mengakses pendidikan, apalagi sampai ke perguruan tinggi. Di perguran tinggi kita diberikan beragam teori, diberikan atmosfer untuk berpikir. Apalagi bagi mereka yang kebutuhan dasar tak lagi menjadi persoalan penting.  Kita disuguhi banyak pendapat. Banyak teori. Mengen...